Home Review Review Samsung Galaxy S20 : Everything You Need to Know!
Galaxy S20

Review Samsung Galaxy S20 : Everything You Need to Know!

by infogadgets Indonesia

infogadgets – Setiap tahun terlihat banyak sekali ponsel Android yang dirilis ke pasaran. Ada yang baik, ada yang buruk. Beberapa sangat menarik, sementara yang lain agak membosankan. Di antara semua ponsel yang keluar, ada satu seri yang selalu ditunggu kehadirannya setiap tahun yakni Samsung Galaxy ‘S’ series.

Mungkin banyak orang berargumen bahwa ponsel Galaxy S tidak selalu paling menarik, tetapi tidak dapat disangkal seri ‘S ‘ juga selalu jadi perhatian dan bisa juga sebagai trendsetter sepanjang tahun baik secara desain maupun fitur yang dibawanya.

Untuk tahun 2020, Samsung meluncurkan trio ponsel Galaxy S20, S20+, dan S20 Ultra. Ini adalah ponsel yang secara teknis sangat mengesankan dengan bandrol harga tinggi. Namun seri ini juga selalu menjadi yang terbaik dilihat peta perponselan dari tahun ke tahun.

Kali ini kami memiliki versi terendah yakni Galaxy S20. Untuk itu kami coba membahas mulai dari desain, spesifikasi, dan harga.

Sebelum Anda menyelam terlalu jauh, ada baiknya menyimak artikel review dari kami tentang Everything You Need to Know! Dari Galaxy S20 berikut ini.

Desain

Kalau dilihat ketiga seri Galaxy S20 belum memberikan perubahan desain yang signifikan, bahkan alih-alih ada yang sangat mirip dengan seri dibawahnya yakni seri ‘A’. Buat kami, secara visual, seluruh Galaxy S20 series sangat mirip dengan series S yang telah ada sebelumnya.

Kami sulit untuk melihat di mana Samsung melakukan perubahan yang bisa dilakukan. Bagian depan hanyalah layar lebar, bagian belakangnya adalah material kaca, dengan sedikit lengkungan yang membantu Galaxy S20 series bersarang dengan nyaman di tangan Anda.

Setelah melihat dan mencoba S20. Bagi kami, ini adalah ukuran yang sempurna untuk sebuah ponsel. Cukup proposonal untuk digunakan dengan satu tangan, buat wanita yang memiliki tangan agak kecil juga nyaman. S20 memang mengemas tampilan yang cukup besar pada layar, sehingga untuk nonton YouTube atau pun bermain gim sangat nyaman.

Desain secara keseluruhan terasa kompak, nyaman ditangan, diletakan di saku apalagi dengan dimensi 151.7 x 69.1 x 7.9 mm. Untuk bobotnya juga sangat ringan hanya 163 gram, karena cuma menampung kapasitas baterai 4000 mAh.

Bagian depan dan belakang ditutupi kaca yang juga dilapisi Gorilla Glass 6. Desain bagian depan memiliki tata letak kamera baru yang ada di posisi tengah dengan ukuran yang kecil. Selain itu, layar memiliki sedikit lengkungan, yang kami akui fungsinya untuk menghindari kemungkinan sentuhan tidak disengaja ketika Anda hanya menggeser ponsel di tangan Anda

Untuk bagian belakang ada casing kamera yang cukup khas di bagian belakang. Buat kami ini masih bisa ditolerir daripada yang ada di seri Ultra – ada sensor yang jauh lebih kecil di sini dan tidak ada lensa periskop – dan itu menambah kekhasan tambahan pada desain. Namun sayangnya kalau dilihat dari kejauhan mirip dengan Galaxy A71.

Jika dibandingkan dengan ponsel seperti Oppo Find X2 Pro yang menawarkan opsi back-leather, desain Galaxy S20 terasa, agak aman. Opsi warnanya tidak memiliki keunikan, dan bagian yang rawan noda adalah langkah mundur ketika kami melihat ponsel seperti Pixel 4 dan iPhone 11 Pro yang menawarkan sentuhan akhir matte. Kami hanya berpikir Samsung bisa berbuat lebih baik untuk perubahan desain kedepannya.

 

Dan salah satu penghilangan penting adalah port headphone 3.5mm. Galaxy S20 adalah flagship S-series pertama yang membuangnya. Buat kami ini mungkin yang tidak diharapkan, pasalnya tidak ada opsi pilihan selain menggunakan headset USB-C bermerek AKG dan Galaxy Buds Plus yang baru-baru ini juga ditawarkan Samsung.

Yang membuat kami terus merasa aman menggunakan seri S20 ini adalah ponsel ini mempertahankan slot microSD dan ponsel ini memiliki sertifikasi IP68.

Layar

Galaxy S20 memiliki layar dengan dimensi 6,2 inci, menawarkan sedikit lebih lebar daripada S10 yang memiliki 6,1 inci. Ini tidak secara dramatis mengubah ukuran resolusi tetap sama di WQHD+ (3040 x 1440).

Samsung juga masih menawarkan resolusi default Full HD+ (2220 x 1080), yang terlihat lebih dari cukup tajam untuk melakukan tugas sehari-hari dan juga bisa menghemat baterai. Buat merubah ke resolusi yang lebih tinggi, Anda harus mengaturnya ke pengaturan layar dan mengubahnya ke resolusi yang lebih tinggi.

Upgrade besar untuk Galaxy S20 adalah tampilan refresh rate 120Hz. Ini dua kali lipat kecepatan refresh rate layar pada kebanyakan ponsel, termasuk perangkat Samsung sebelumnya, dan artinya bermain gim mobile menjadi lebih halus dan cepat, bahkan bisa memberi Anda keunggulan atas lawan. Tidak itu sajapenggunaan sehari-hari, seperti browsing, bermain media sosial juga berjalan lebih mulus.

Jujur ini bukan ponsel pertama yang menggunakannya, masih ada Asus ROG Phone 2 dan Razer Phone 2 yang juga memiliki fitur teknologi yang sama – tetapi ini bisa dibilang pertama kali kami melihatnya di ponsel mainstream.

Sayangnya ketika kami menggunakan kecepatan refresh rate 120Hz akan ada penurunan resolusi layar ke full HD+ tidak lagi bisa menggunakan resolusi WQHD+. Ini yang berarti Anda harus memilih apakah Anda ingin tampilan resolusi yang lebih tinggi atau gambar pemuatan yang lebih cepat.

Sensitivitas sentuh juga ditingkatkan, menjadi 240Hz dari 120Hz untuk membuat game lebih responsif, dengan merasakan sentuhan jari Anda di layar dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Ini bukan sesuatu yang kami rasakan sebelumnya menggunakan ponsel lainnya.

Galaxy S20 juga sudah memiliki HDR10+ dimana efeknya terhadap tampilan,  gambar yang lebih tajam dan lebih detail saat bermain game dan menonton film. Menurut kami Galaxy S20 memiliki salah satu layar terbaik yang tersedia di ponsel saat ini, dan jika Anda mencari layar ponsel kelas atas yang tidak membebani saku Anda, Anda pasti suka 563 piksel per inci yang ditawarkan ponsel ini.

Performa

Sebagai ponsel pertama dengan prosesor Exynos 990, Samsung Galaxy S20 harus memberikan kecepatan yang sangat baik, terutama karena dipasangkan dengan RAM 8GB yang kuat.

Galaxy S20 hadir dengan memori penyimpanan 128GB dan sayangnya di pasar Indonesia tidak tersedia varian 512GB seperti hal nya dengan Galaxy S20 Plus dan Galaxy S20 Ultra. Untungnya, Anda dapat menambahkan penyimpanan hingga 1TB melalui slot kartu microSD.

Secara keseluruhan, ponsel andalan Samsung ini adalah ponsel tanpa kompromi dalam hal kecepatan dan kinerja harian. Menggunakan ponsel ini luar biasa cair dan responsif, baik menggunakan frame rate-nya yang tertinggi, atau tidak. Gim dapat dimainkan dengan cepat dan responsive di atas layar.

Jika ada satu elemen kinerja yang ingin kami tingkatkan, itu adalah sensor sidik jari yang posisinya ada di dalam layar. Samsung telah menggunakan sensor ultra-sonik lagi, tetapi dalam pengujian kami tampaknya tidak terlalu baik kinerjanya.

Dalam hal pengukuran berbagai tolok ukur, termasuk Geekbench, yang mengukur kinerja secara keseluruhan. S20 mencapai 1.965 pada bagian multi-core, sedangkan untuk Single-core 768.

Pada tes grafis 3DMark Sling Shot Extreme – OpenGL ES 3.1, Galaxy S20 mencapai 4695, sedangkan untuk skore Sling Shot Extreme – Vulkan memiliki skor 5174. Sedangkan Untuk pengujian PCMark ponsel memiliki skor 11803

Kamera

Kamera adalah fokus utama di sini. Meskipun dari ketiga varian Galaxy S20 Ultra yang memiliki perubahan yang signifikan seperti sensor utama 108MP, 100x zoom, selfie 40M. Namun S20 yang kami coba tetap menawarkan peningkatan yang signifikan. Kami sangat suka foto dan pengalaman pemotretan di sini.

Samsung Galaxy S20 memiliki kamera belakang tiga yang dimulai dengan sensor lebar 12MP dengan aperture f/1.8, 26mm (wide), 1/1.76″, 1.8µm, Dual Pixel PDAF, OIS. Lensa telefoto menggunakan sensor 64MP dengan aperture f/2.0, (telephoto), 1/1.72″, 0.8µm, PDAF, OIS, 3x hybrid optical zoom dan kamera ultra lebar 12MP dengan aperture f/2.2, 13mm (ultrawide), 1.4µm, Super Steady video.

Mengapa kami mengoceh semua sensor diatas? Sebabnya, semakin besar sensornya, semakin banyak cahaya yang masuk, tentunya akan menghasilkan gambar yang lebih cerah dan lebih tajam. Sebagai perbandingan, kamera Galaxy S10 dua lensanya memiliki mikron lebih kecil dibandingkan S20.

Untuk Antarmuka kamera, kami melihat ada penyegaran yang cukup signifikan, dan lebih mudah untuk mengatur ulang mode kamera sesuai keinginan. kami dapat beralih dengan mudah di antara tiga lensa dari jendela bidik, dan ada fasilitas di sebelah kiri jendela bidik seperti efek, timer, flash, motion, dan HDR otomatis.

Dalam menu pengaturan seperti biasa tersusun rapih dengan berbagai macam pilihan fitur seperti Scene optimizer, Shot suggestions, Smart selfie angel dan Scan QR codes. Ada juga Auto HDR dan pilihan Selfie tone yang didalamnya ada pilihan Cool, Original dan Warm.

Sedangkan dalam pengaturan video semua pengaturan sebenarnya tidak ada yang berubah dari seri sebelumnya namun yang menarik buat kami ada pilihan Advanced recording options yang mana didalamnya terdapat pilihan HDR10+ dan Zoom-in mic.

Pertama kami pengambilan foto dalam kondisi terang. Tentunya menghasilkan foto yang  jelas, dan penuh warna. Tanpa Anda harus menggunakan efek apapun, foto-foto tersebut sangat memukau, terutama jika dibandingkan dengan yang diproduksi oleh ponsel saingan seperti Google Pixel 4 dan Apple iPhone 11.

(Hasil Foto Outdoor)

Di dalam ruangan dalam kondisi pencahayaan normal, Galaxy S20 menangkap bidikan yang terlihat detail dan tajam. Kami coba mengambil detail dari seeokor kucing dirumah, detail bulu warna samapai dengan mata sangat-sangat membuat kami kagum dengan hasilnya. Apalagi kamera ini  mendapat bantuan dari mode AI Scene Optimizer yang secara otomatis mengenali jenis subjek.

(Hasil Foto Indoor)

Samsung Galaxy S20 tidak memiliki Zoom 100x Space monster Galaxy S20 Ultra, tetapi memiliki zoom yang lebih kuat daripada Galaxy S10. Zoom Optik Hibrid naik hingga 3x, yang seharusnya merupakan zoom lossless, dan zoom digital naik hingga 30x. Ketika Anda mendekati 30x tampilan kamera menjadi goyah, tetapi secara keseluruhan ini merupakan peningkatan pada 2x zoom di Galaxy S10.

Dalam uji zoom pertama kami pada bangunan kami coba secara normal lalau naik ke 15X samapi terakhir kami coba hingga 30x, Galaxy S20, menangkap gambar lebih gelap tetapi sedikit lebih tajam.

(Hasil Foto Zoom)

Sedangkan untuk pemotretan malam hari, mereka dapat ditangkap khusus menggunakan mode malam. Seperti kebanyakan ponsel unggulan lainnya, mode ini membutuhkan beberapa detik untuk menangkap pemandangan, kemudian menggunakan stabilisasi dan pemrosesan buatan untuk menjaga detail gambar dan bebas buram.

(Hasil Foto Malam)

Kami juga mencoba foto makro dengan mengambil buah jeruk dan seekor burung lovebird yang menurut kami hasilnya luar biasa dan tidak diragukan detail dan kotras warna yang dihasilkan cukup seimbang.

(Hasil Foto Makro)

Kamera Depan

Beralih ke kamera depan Samsung Galaxy S20 menggunakan sensor 10MP yang 1.22 mikron dan aperture f/ 2.2 aperture. Itu resolusi dan ukuran yang sama dengan kamera depan S10 tetapi kamera itu memiliki aperture f/ 1.9.

Selfie yang saya ambil dengan kamera depan membuat wajah anak terlihat agak terlalu halus, masalah yang juga kami temukan dengan seri sebelumnya. Setidaknya Galaxy S20 melakukan pekerjaan dengan baik menangkap detail wajah yang menuru kami luar biasa.

Single Take

Selanjutnya ada ‘Single Take’ adalah fitur baru, yang sangat bagus jika Anda menemukan semua opsi kamera ini sedikit berlebihan atau terlalu banyak untuk selera Anda. Apa yang dilakukannya sebenarnya menangkap foto dan klip pendek dari semua kamera ponsel secara bersamaan, sambil mendorong Anda untuk mencoba berbagai sudut dan menggeser-geser ketika mengambilnya. Setelah itu, Anda mendapatkan album Ai-curated yang penuh dengan foto-foto terbaik dari banyak kamera yang berbeda, termasuk beberapa yang bergaya, gif animasi dan video pendek.

Ini bekerja sangat baik dan secara alami paling cocok untuk menangkap momen dinamis dan subjek yang bergerak, seperti anak-anak dan hewan peliharaan atau bahkan keduanya bersamaan. Kami agak mengerti mengapa Samsung telah menempatkan tempat untuk Single Take pada pemilih mode kamera utama.

Foto Motion

Jika Anda hanya ingin klip pendek dengan gambar diam Anda, ‘Foto Motion’ yang jauh lebih sederhana masih ada. Begitu juga filter, untuk memberikan tampilan-tampilan sesuai keinginan fotografer. Kami sangat suka karena banyak pilihan sehingga saya dapat mengambil foto wajah yang berkarter dengan tampilan hitam putih.

AR Zone

Dan untuk meningkatkan video Anda secara khusus, Samsung memiliki beberapa fitur AR Zone. Fitur ini memiliki kemampuan untuk membuat dan melapisi avatar animasi dalam mode AR atau hanya menggambar sesuatu di dalam foto yang akan kami ambil.

Video

Galaxy S20Baik lensa primer dan lensa telefoto OIS, dan Galaxy S20 adalah ponsel pertama di dunia yang menawarkan perekaman video 8K pada 24fps. Samsung memposisikan perekaman video sebagai pembeda tahun ini, dengan S20 mengambil sejumlah pembaruan di area ini, termasuk video Super Steady.

Untuk Video Anda juga mendapatkan serangkaian resolusi perekaman yang cukup fleksibel. Mulai 1: 1 (1440 x 1440 piksel) dan Full HD (2400 x 1080 piksel), ada juga 720p @ 30fps, 1080p @ 30fps, 1080p @60fps, 2160p @30fps, 2160p @60fps dan tentu saja – 8K, 4320p @24 fps. Yang terakhir pantas mendapat perhatian khusus.

Perekaman video 8K jelas merupakan salah satu fitur utama. Video 8K yang ditangkap oleh Galaxy S20 terlihat cukup bagus. Dalam hal kualitas dan pemrosesan secara keseluruhan, tidak ada kompromi yang jelas untuk ditunjukkan, dibandingkan dengan 4K. Rentang dinamis terlihat sebanding, bahkan jika tidak persis sama, yang masuk akal, mengingat rekaman 8K berasal dari kamera 64MP, bukan kamera utama 12MP.

Baterai

Galaxy S20Ponsel ini memiliki ukuran baterai dengan kapasitas 4000 mAh yang mampu bertahan seharian. Ketika menggunakan kualitas layar yang memiliki refrest rate 120Hz. Kami berhasil menggunakan ponsel sekitar 9 – 10 jam. Tapi ketika kami atur ponsel dengan layar ke 60Hz kami hanya mendapat tambahan sekitar 2-3 jam saja. Jadi jujur saat tidak terlalu dibutuhkan, kami hanya menggunakan 60Hz dan FHD+ untuk kenyamanan menggunakan seharian.

Setidaknya Samsung menawarkan banyak cara untuk memperpanjang masa pakai baterai. Kami dapat mengubah resolusi, menghambat kinerja, mematikan fungsi yang tidak penting; ditambah ada berbagai mode penghemat baterai, yang masing-masing dapat disesuaikan.

Dan ketika Anda datang untuk mengisi baterai ponsel, pengisi daya 25w yang disertakan akan membawa Anda kecepatan pengisian dari 0-100% dalam waktu sekitar 65 menit.

Interface

Galaxy S20Pada tahun 2019, Samsung secara radikal merombak sistem operasi Google Android dengan perangkat lunak baru yang disebut OneUI. Itu hampir tetap sama yang digunakan S20 sekarang, meskipun sekarang sudah menggunakan Android 10 dengan tambahan fitur seperti mode gelap. Kami menilai ini adalah interface yang bagus. Secara visual berbeda dengan Android standar, dengan ikon persegi penuh warna, pada menu teks seperti majalah, dan banyak juga aplikasi yang sudah diinstal sebelumnya.

Tetapi! Ini bisa juga menjadi pengalaman yang cukup membuat frustrasi. Pasalnya buat yang baru menggunakan sedikit membingungkan, ketika kami menekan dan menahan tombol power / sleep yang terjadi malah mengeluarkan Bixby. Jika Anda ingin mematikan telepon, atau me-restart-nya, Anda harus kepengaturan untuk mengubah tindakan standarnya, atau tekan dan tahan bersama-sama dengan tombol volume.

Demikian pula, Samsung ingin kami menggunakan kemampuan manajemen kata sandi sendiri, sehingga setiap kali kami masuk ke layanan baru, Samsung Pass secara otomatis memberikan keamanan berlapis. Lalu jika kami menggunakan sistem Google, itu berarti Anda kembali masuk ke pengaturan untuk mengubah kembali ke pengaturan awal sehingga kami benar-benar dapat mengakses aplikasi secara langsung.

Pada interface terdapat ‘Edge panel’ adalah fitur yang sudah lama dikenal dan memiliki desain ulang yang lebih kecil, mendapatkan sudut yang lebih bulat, tetapi masih menawarkan fungsi yang sama. Ini memberi Anda akses cepat ke aplikasi. Dengan satu gesekan dari samping. Anda dapat memilih sisi mana pegangan berada, serta menyesuaikan posisinya di sepanjang tepi ponsel. Di sub-menu layar Edge, Anda juga akan menemukan pencahayaan Edge – sebuah fitur yang dapat menerangi garis besar UI dalam pilihan jenis cahaya yang terus tumbuh untuk menginformasikan pemberitahuan baru.

Kesimpulan

Galaxy S20Dengan harga Rp 13 juta, Samsung Galaxy S20 tidak murah, tetapi ini adalah ponsel Galaxy S20 baru yang paling terjangkau. Ini juga merupakan ponsel paling kompak di jajaran produk unggulan Samsung, menjadikannya pilihan terbaik bagi mereka yang mencari perangkat Android yang tidak akan menonjol ketika diletakan di saku atau memerlukan dua tangan untuk beroperasi. Kamera tentunya menjadi bintang pertunjukan, mengesankan dengan fitur-fitur baru seperti Single Take dan Zoom yang lebih kuat.

Meski daya tahan baterai tidak sesuai dengan yang kami harapkan, namun secara keseluruhan, pilihan utama kami di antara ponsel Android baru Samsung adalah Galaxy S20, karena menawarkan bentuk yang lebih kecil dibandingkan varian S20+ atau S20 Ultra.

Berita Lainnya

Leave a Comment