Survei : Ini Kebiasaan Belanja Online Selama New Normal

infogadgets.info.id – Semenjak physical distancing jadi kebiasaan penting yang diterapkan selama pandemi Covid-19 termasuk periode new normal, ada perubahan terutama penyesuaian cara berbelanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

shopee-belanja-online

Shopee menyoroti perubahan besar untuk produk makanan dan bahan makanan karena adanya kebiasaan yang bergeser di masyarakat Indonesia untuk lebih mengutamakan membeli makanan secara online. Secara khusus, Shopee melihat tren pembelian produk makanan secara berulang dalam sebulan meningkat 4 kali lipat. Penjual dan mitra brand pun turut beradaptasi dengan new normal ini dengan menawarkan beragam produk makanan secara online dan menggunakan platform live streaming untuk menunjukkan kualitas produk makanan yang dijual secara langsung (real time).

Handhika Jahja, Direktur Shopee Indonesia mengatakan, “Pembelian makanan dan bahan makanan, khususnya, kini dilakukan secara online karena konsumen menemukan kenyamanan tersendiri untuk melengkapi kebutuhannya melalui e-commerce.”

Berikut adalah 4 tren utama yang ditemukan oleh Shopee untuk pasar makanan dan kebutuhan bahan makanan di Indonesia:

1. Konsumen beralih ke platform online untuk membeli produk makanan

Masyarakat Indonesia memilih e-commerce sebagai kanal untuk membeli makanan dan bahan makanan, tren ini ditandai oleh:

  • Belanja makanan kini lebih banyak dilakukan secara online: Shopee melihat adanya peningkatan 4 kali lipat pada jumlah pengguna yang melakukan pembelian produk makanan secara berulang dalam sebulan. Ini menunjukkan bahwa para pengguna menemukan kenyamanan tersendiri dalam melengkapi kebutuhan makanan dan bahan makanan melalui e-commerce.

  • Orang berbelanja makanan sepanjang waktu: E-commerce menawarkan kemudahan bagi para penggunanya untuk berbelanja makanan kapan saja. Hal ini ditunjukkan oleh aktivitas belanja yang tetap tinggi sepanjang minggu, di mana jumlah kunjungan memuncak paling tinggi pada hari Senin, Selasa, dan Jumat.

2. Belanja makanan dan bahan makanan berevolusi seiring berjalannya waktu untuk beradaptasi dengan pandemi COVID-19

Masyarakat juga membeli lebih banyak ragam makanan secara online karena perubahan gaya hidup di tengah ditetapkannya physical distancing di masa pandemi COVID-19:

  • Permintaan tinggi untuk makanan kaleng di bulan Maret: Imbauan pemerintah untuk tidak keluar rumah membuat masyarakat bersiap dengan persediaan makanan siap saji di rumah. Hal ini tercermin dengan meningkatnya permintaan makanan kaleng sebanyak 7 kali lipat di Shopee pada bulan Maret.

  • Lebih banyak produk makanan “offline” yang dibeli secara online: Masyarakat Indonesia menjadi lebih nyaman dan percaya membeli makanan dan bahan makanan secara online dengan adanya imbauan physical distancing yang berlanjut. Masyarakat kini membeli lebih banyak jenis makanan secara online, termasuk produk-produk yang biasanya dibeli secara offline. Pada bulan April, permintaan untuk makanan segar tumbuh 11 kali lipat di Shopee.

  • Produk paling populer: kecap asin, beras, gula kemasan, kopi instan, daging potongan, dan kebab frozen.

3. Pria dan konsumen di luar Jakarta jadi pembeli makanan paling aktif secara online

Pembelian produk makanan secara online kini telah menjadi rutinitas. Shopee telah mengamati adanya peningkatan aktivitas belanja yang signifikan untuk pengguna laki-laki dan pengguna yang berada di luar Jakarta:

  • Lonjakan permintaan bahan makanan di luar Jakarta: Konsumen di luar Jakarta juga melihat e-commerce sebagai kanal utama untuk mengakses makanan dan bahan makanan karena adanya pembatasan mengunjungi toko offline. Di Shopee, aktivitas belanja makanan dari daerah di luar Jakarta meningkat 3 kali dalam beberapa bulan terakhir.

  • Pria lebih sering berbelanja bahan makanan dan memasak: Aktivitas berbelanja makanan pria meningkat hingga 6 kali lipat jika dibandingkan tahun 2019. Pria tampaknya lebih sering memasak dari rumah dan belanja bahan makanan dalam beberapa bulan terakhir – dibuktikan dengan terpilihnya bahan pokok, makanan instan, serta makanan segar dan makanan beku sebagai yang produk-produk paling populer di kalangan pengguna pria di Shopee.

4. Mitra brand dan penjual melakukan digitalisasi dengan Shopee, sebagai cara baru untuk menjual makanan secara online

Mitra brand dan penjual beradaptasi dengan perubahan kebiasaan masyarakat dengan memperluas bisnisnya melalui Shopee. Mereka menawarkan produk makanan yang lebih beragam dan menggunakan cara baru untuk berjualan secara online:

  • Menawarkan lebih banyak pilihan dan variasi: Shopee telah melihat pertumbuhan yang stabil pada jumlah mitra brand dan penjual yang menawarkan produk makanan mereka secara online, di mana ini memberikan lebih banyak pilihan bagi pembeli. Di Shopee, variasi produk naik dua kali lipat dari tahun 2019.

  • Menggunakan cara baru untuk menjual makanan secara online: Mitra brand dan penjual menggunakan live streaming untuk menjual produk makanan lebih efektif. Dalam beberapa bulan terakhir, Shopee Live telah menjadi alat vital bagi penjual untuk menjajakan produk terbarunya baru dan memastikan kualitas produk terjamin secara langsung (real time), mendorong peningkatan penjualan rata-rata 3,5 kali lipat. Salah satu penjual produk makanan siap saji yang berdomisili di Payakumbuh, Sumatera Barat, baru-baru ini mengadakan sesi Shopee Live untuk menjajakan berbagai produk rendang berkualitas yang mereka jual, dan berhasil menjangkau audiens yang lebih luas di tengah pandemi.

  • Shopee memudahkan transformasi digital: Shopee telah menjadi perpanjangan utama digitalisasi bisnis karena COVID-19 kian membentuk lanskap ritel dan toko menjadi lebih luas. Pekan lalu, Shopee meluncurkan kampanye 7.7 Pesta Diskon Supermarket agar para pengguna dapat mengakses bahan makanan, makanan segar dan beku, perlengkapan kebersihan rumah tangga, dan produk lainnya dari penjual dan mitra brand yang terpercaya secara online. Para pembeli, penjual, dan mitra brand juga dapat menikmati pengalaman belanja online yang lebih nyaman di Shopee dengan menikmati pengiriman gratis tanpa minimum belanja, flash sale terkurasi untuk produk sembako, serta fitur pencarian berbasis lokasi yang menghubungkan pengguna dan penjual yang berlokasi dekat untuk pengiriman pesanan yang lebih cepat.

Handhika menutup, “Situasi COVID-19 dan penerapan imbauan physical distancing telah menciptakan perubahan besar dalam gaya hidup konsumen, yang turut mempengaruhi cara mitra brand dan penjual menjalankan bisnis mereka. Kami akan terus memantau situasi terkini dan meningkatkan sistem operasional kami untuk memenuhi perubahan kebutuhan konsumen, mitra brand, dan para penjual kami.”