Indosat Ooredoo Tegaskan Komitmen, Dukung Ekonomi Digital 2020

Ekonomi digital indosat ooredoo
Ekonomi digital indosat ooredoo

infogadgets.info.ID Ekonomi digital, terus dikampanyekan oleh pemerintah. Langkah pemerintah tersebut, sejauh ini mendapat respon baik oleh berbagai pelaku usaha, tidak terkecuali para operator telekomunikasi di negeri ini, salah satunya Indosat Ooredoo.

Dalam upayanya mensukseskan ekonomi digital, Indosat Ooredoo menghelat forum Digital Economic Briefing.

Mengusung tema “Menuju Visi 2020: Mendorong Pertumbuhan Eksponensial Ekonomi Digital di 2018”. Forum ini diklaim menjadi komitmen Indosat Ooredoo untuk mewujudkan masyarakat ekonomi digital di Indonesia pada 2020.

CEO Indosat Ooredoo, Joy Wahyudi, mengatakan pihaknya bangga turut menjadi bagian dari visi ekonomi digital Indonesia 2020. Forum ini diharapkan menjadi fokus utama meningkatkan kapasitas dan kualias jaringan untuk pertumbuhan ekonomi digital.

“Kami juga mendorong upaya pemerataan akses digital dan menjembatani literasi digital ke berbagai wilayah di Indonesia. Komitmen kami mendukung program yang sudah dilakukan oleh pemerintah seperti USO, Palapa Ring, dan kebijakan percepatan Ekonomi Digital 14,” ujar Joy.

Lebih lanjut Joy mengungkapan, di tahun 2015 lalu, penetrasi digital di Indonesia saat itu meningkat 51 persen dan bahkan setara dengan 132,7 juta penduduk Indonesia.

“Kondisi tersebut, memicu kami untuk terus fokus meningkatkan upaya jaringan dan infrastruktur. Dengan demikian ekonomi digital tentu akan tumbuh dengan backbone yang berkualitas,” lanjut pria yang baru saja dilantik sebagai CEO Indosat Ooredoo ini.

Sebagai info, adapun target pemerintah pada Ekonomi digital Indonesia pada 2020 antara lain dengan mengadakan beberapa program besar, seperti gerakan 1000 startup dengan valuasi US$ 10 miliar, serta meningkatkan pertumbuhan e-Commerce lokal sebesar 50 persen per tahun dengan nilai US$ 150 miliar.

Namun demikian, untuk bisa mencapai target yang ditentukan, diperlukan upaya yang lebih pada 2018 dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan begitu, fokus tak hanya akan berkutat pada e-Commerce tapi juga pada aplikasi dan mode digital lain seperti jasa keuangan dan gim.