Home News Hati-hati Data Medis Menjadi Komoditas di Dark Web

Hati-hati Data Medis Menjadi Komoditas di Dark Web

by infogadgets Indonesia

infogadgets, Jakarta – Peretasan bagi kelompok perekrutan (hire group) telah menambahkan sektor kesehatan ke dalam portofolio layanan mereka di dark web, ini membuktikan bahwa data medis terus menjadi salah satu komoditas online terkenal.

Dark Web terdiri atas apa pun yang biasanya tidak diindeks pada web permukaan.  Untuk dapat masuk ke bagian web yang tersembunyi ini, pengguna harus menggunakan perangkat lunak khusus seperti Tor.  Tor adalah singkatan dari “the onion router” dan merupakan metode untuk menganonimkan data.

Berdasarkan penelitian perusahaan, infiltrasi rumah sakit dan layanan kesehatan adalah di antara layanan terbaru yang ditawarkan oleh kelompok peretasan anonim, di samping serangan yang ditargetkan dan cyberspionage terhadap negara-negara tertentu serta infeksi untuk mendapatkan energi dan informasi maritim.

[Baca juga : HATI-HATI SEKTOR KESEHATAN RAWAN KEJAHATAN SIBER]

“Dengan sektor kesehatan yang masih sedikit tertinggal dalam hal kemampuan keamanan mereka, kami mengamati bahwa kelompok peretasan sekarang aktif untuk mengeksploitasi fenomena ini dengan menambahkan informasi medis dan serangan rumah sakit ke daftar layanan mereka yang tersedia secara publik di dark web. Setiap organisasi, individu, dan perusahaan dapat menjadi pelanggan potensial mereka karena para pelaku kejahatan siber ini menawarkan berbagai layanan,” komentar Seongsu Park, peneliti keamanan di Kaspersky.

Park juga mencatat bahwa catatan medis dapat dianggap lebih berharga daripada sebuah kartu kredit. Ini karena rumah sakit pada umumnya membutuhkan kredensial pribadi dan keuangan pasien sebelum melakukan pemeriksaan atau penerimaan masuk.

“Berdasarkan indikasi dan pola yang telah kita lihat dan masih ada di dark web, tujuan utama individu di balik kelompok peretasan ini adalah untuk menjual informasi medis ke kelompok kejahatan lain atau kepada individu yang bertujuan mengakses data medis yang bersifat rahasia . Sangat memprihatinkan bahwa kita semakin terpapar dengan fenomena ini, yang bisa berarti bahwa sebuah praktik ilegal  telah berubah menjadi jenis bisnis normal atau permintaan untuk serangan semacam itu menjadi semakin tinggi” tambah Park.

Motif para pembeli, menurut Park, dapat mencakup penipuan panggilan, identitas dan pencurian moneter, serta pemerasan dan kejahatan berdasarkan permintaan. Tindakan jahat semacam itu sangat mungkin terjadi dengan jumlah catatan peretasan data rahasia untuk para hire group yang memanen secara ilegal dari lembaga kesehatan yang terkena dampak.

[Baca juga : HANDS-ON SAMSUNG GALAXY A50S : PUNYA FITUR SUPER STEADY]

Ketika dihadapkan pada sebuah profil pelanggan misalnya, sifat dari dark web yang anonym tidak menutup kemungkinan bahwa “identitas” tersebut bisa menjadi siapa saja, mulai dari peretas baru, hingga perusahaan bahkan kelompok cyberspionage yang didukung oleh Negara. Sehingga benar adanya bahwa Rumah Sakit nyata memiliki celah keamanan, dan bagaimana cara mengamankannya?

Ancaman terhadap sektor kesehatan saat ini menunjukkan bagaimana semakin banyak pelaku kejahatan siber menargetkan industri ini.

Berita Lainnya

Leave a Comment