Home Tips & Trik 5 Cara Membedakan Penipuan Penggalangan Dana di Facebook

5 Cara Membedakan Penipuan Penggalangan Dana di Facebook

by infogadgets Indonesia

infogadgets, JakartaFacebook kini sedang mengalami gelombang aktivitas kampanye berupa penggalangan dana palsu. Polanya cukup sederhana, pelaku akan membuat sebuah grup kemudian mereka tambahkan beberapa konten untuk diposting.

Tentu saja, ini akan merugikan jika Anda yang terkena penipuan tersebut. Nah, infogadgets punya cara untuk mengetahui bagaimana mengetahui agar dapat mempertimbangkan apakah penggalangan dana di facebook asli atau tidak. Berikut beberapa cara untuk mengetahuinya;

1.Lihat Usia Grup dan Isi Kontennya

Apabila grup baru berusia beberapa minggu dan hanya berisi sekitar tiga posting, namun telah dilihat dan di re-posting beberapa ribu kali, kemungkinan besar grup ini dijalankan oleh para pelaku penipuan. Sebuah komunitas yang asli akan membutuhkan beberapa waktu untuk berkembang, dan pengorganisir grup-grup ini memberikan lebih banyak informasi secara signifikan.

[Baca juga : HATI-HATI PENIPUAN BERKEDOK PENGGALANGAN DANA DI FACEBOOK]

2.Jangan Dulu Merasa Iba

Biasanya para penipu menggunakan  video yang  sangat emosional, ketersediaan foto-foto berkualitas rendah, ayat-ayat sedih, dan banyaknya teks yang menggunakan huruf kapital serta tanda seru telah dirancang untuk membuat Anda bertindak secara spontan tanpa berpikir kritis mengenai kebenaran cerita.

Organisasi yang menghargai diri sendiri biasanya tidak menggunakan tindakan seperti itu, karena bagi mereka lebih penting untuk membangun hubungan saling percaya dengan kesukarelaan dan dapat terus memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan di masa depan. Oleh karena itu, komunitas sesungguhnya akan menceritakan kisah pasien mereka dalam bahasa yang sederhana, tanpa daya tarik emosional yang kuat, dan memberikan deskripsi terperinci tentang bagaimana perawatan berjalan serta bagaimana mereka mamanfaatkan uang yang telah diterima.

Para penipu di sisi lain, memiliki keinginan untuk memperoleh uang sebanyak mungkin sebelum grupnya ditutup, sehingga mereka menggunakan tekanan emosional yang mendesak.

Misalnya, dalam grup penipu, tujuan penggalangan dana biasanya dituliskan “almost reach (hampir tercapai),” meskipun grup tersebut baru dibuat oleh komunitas. Pada saat yang sama, mereka juga akan mengatakan, “urgent bill (tagihan mendesak)” yang harus segera dibayarkan dan karena itu mereka membutuhkan uang Anda segera. Semakin terburu-buru, semakin kecil kemungkinan Anda memverifikasi apakah kampanye tersebut asli atau tidak. Jika terdapat permintaan dana yang bersifat seperti itu, berhati-hatilah karena bisa menjadi pertanda yang mencurigakan.

Tentu saja, seorang ibu yang putus asa atas buah hati yang menderita sakit parah dapat menulis posting emosional untuk meminta bantuan, namun tidak berarti ia akan memasukkan puisi sedih. Akan lebih mungkin si ibu akan memberikan deskripsi terperinci mengenai penyakit sang buah hati dan apa yang sedang dilakukan untuk melawannya. Oleh karena itu, bijaksanalah dalam memperhatikan semua faktor secara menyeluruh, bukan hanya gaya presentasi.

3. Tidak Dilengkapi Dokumentasi Pendukung

 Secara umum, grup penipu tidak akan memiliki jejak laporan atau catatan medis lainnya. Bahkan jika tersedia, maka Anda harus membacanya dengan seksama dan memastikan bahwa dokumen tersebut cocok dengan rincian permintaan bantuan.

Misalnya, terdapat satu grup pengumpulan dana untuk perawatan seorang anak perempuan  yang menderita penyakit jantung, namun pemilik akun justru memposting foto-foto laporan medis yang menyatakan bahwa anak tersebut menderita Down Syndrome. Bisa jadi sang anak memiliki kedua diagnosa, tetapi informasi tidak relevan yang hanya membingungkan pengguna adalah tanda kuat bahwa terdapat sesuatu yang salah dengan grup tersebut.

4. Tanggapan Untuk Pertanyaan Klarifikasi

Menjadi hal biasa bagi orang-orang yang peduli untuk meminta lebih banyak rincian informasi dari pengurus grup. Permintaan pembaruan tentang kondisi anak, informasi tentang penyakit dan perawatannya, bahkan nama-nama dokter dan perawat mereka. Dalam grup penipuan, komentar ini akan dihapus dengan sangat cepat, dan pengguna yang memposting komentar akan diblokir.

5. Situs web yayasan

 Biasanya tautan yang mengarah ke situs web resmi organisasi amal akan ditampilkan pada laman grup penipu. Inilah cara para pelaku penipuan meningkatkan kepercayaan Anda pada mereka dengan menunjukkan bahwa grup tersebut tidak hanya ada di Facebook. Jika Anda mengunjungi situs web tersebut, kami tidak menyarankan untuk memasukkan informasi apapun tanpa adanya kejelasan terlebih dahulu

[Baca juga :  7 CARA AMAN MELINDUNGI AKUN FACEBOOK]

Mulailah dengan mencatat tanggal pembaruan paling akhir, dan juga memverifikasi apakah situs web tersebut memuat laporan mengenai pendapatan dan pengeluarannya. Yayasan amal dianjurkan untuk mempublikasikan informasi tersebut. Jika sebuah situs web mengumpulkan uang tetapi tidak melaporkan keuangannya, organisasi tersebut tidak dapat dipercaya.

Keinginan untuk membantu orang lain adalah dorongan yang sangat luar biasa. Namun, seperti hal lainnya dalam hidup, Anda akan lebih bermanfaat bagi orang lain jika tidak bertindak impulsif, dan tetap berpikir secara kritis.

 

Berita Lainnya

Leave a Comment